Huditaakbar
cerita hidup yang ga hidup tapi bercerita tentang hidupmalam ini
malam ini..
banyak hal pikirkan..
8 hari menuju pernikahan kakak+ku..
diawali oleh dendang bang Oma..
salehah..
tentang sebuah keindahan yang paling indah di dunia
adalah saat memiliki istri yang salehah..
padahal saat ini badanku merasa sangat lelah se+lelah+lelahnya..
memikirkan nasib Tugas Akhir kuliah+ku yang penuh dengan masalah..
“ga ono peran”
itu kata kawanku tentang kesibukanku dikampus
yang mendengar keluhanku..
0% peran dalam persiapan pernikahan kakak+ku..
lagi+lagi kembali aku teringat..
ingat+an ingat+an klasik..
apakah benar yang aku lakukan?
saat ini+pun..
saat aku menulis kata+per+kata..
3 pesan dari orang yang berbada datang menghampiri telepon genggam+ku..
menyemangati+ku..
namun sungguh 1 pesan yang aku harapkan tidak kunjung datang
C**!!!!
A**!!!!
GA***!!!!!
aku kesal dengan perasaan yang aku alami..
TA.. “PERPISAHAN” dengan kakakku.. ORTU.. ATI..
20Desember2008
22:48WIB
perjuangan [bukan berjuang]
aku teringat akan sebuah hal
tentang sebuah janji
yang menurut aku perlu diperjuangkan
atau minimal dipertahankan terus..
sampai kapan aku juga tidak punya jawaban
pernah ada sebuah pesan berantai dari kakakku yang di+forward kepadaku
tentang sebuah janji
yang bisa aku katakan “it’s me” –> secara kini sok+sok+an saya saja biar keren [barangkali]
tentang sebuah surat dari seseorang kepada wanita yang ingin dinikahinya
bukan sebuah janji untuk bersedia mendampingi selamanya
bukan sebuah janji untuk memberikan sebuah penghidupan yang layak
bukan sebuah janji untuk mencintai+nya selama+lamanya
sebuah surat yang mengatakan dirinya dapat berubah suatu saat kelak
hanya karena ALLAH semata
sebuah ungkapan hati bahwa yang hanya dilakukannya adalah usaha
untuk mendampinginya selamanya
untuk memberikan penghidupan yang layak baginya
untuk mencintai+nya selama+lamanya
karena yang dia tau adalah saat ini
bukan saat esok apalagi saat jauh kedepan [selamanya]
terlalu berat bagi dia untuk menjaminnya
karena yang ia tau dia hidup di+bumi adalah untuk berusaha
bukan berjanji untuk selamanya
begitu mengingatkanku
hahaha
sia+sia tapi bagiku
“sinau sek ae sing penting le..”
-dini hari selepas menikmati nescafe bikinan McCafe Mcd delta plasa-
16.100 rupiah..
hidup dan arti..
baru saja aku memikirkannya
beginikah rasanya bahwa “hidupku terlalu tak berarti untuk diartikan”
hahaha..
apakah memang separah itukah?
ataukah malah kamu juga merasakan?
hingga aku berani mengatakan “hidup itu susah”
apa yang telah aku alami didalam hidupku
dalam kesendirianku atau dalam kebersamaan denganmu
dalam keterkasihan atau dalam ketersiksaan oleh mereka
beritahu aku kawan
jika aku telah memenuhi apa yang mereka butuhkan dariku
dan ingatkan pula aku
saat aku mengingkari kewajibanku sebagai seorang mahluk Tuhan
kini malah aku merasa mereka akan berkata
“bar.. akan capek jika kami terus mengingatkan dirimu..”
“pikirkanlah sendiri bar.. jangan kamu suka untuk terus-terusan diingatkan”
apakah aku sudah cukup berarti bagi mereka?
ahh terlalu jauh..
apakah aku sudah cukup berarti bagi diriku sendiri?
untuk merubahku menjadi “orang”
artikata “orang” yang begitu luas
hahaha
aku rasa sudahlah biar aku seperti ini
yang kutunggu hanya keikhlasanmu
untuk mengajari aku arti hidup
yang bermanfaat..
dampingi aku kawan
untuk kita beritahukan pada mereka
untuk kita berikan milik kita
dari semua apa yang telah kita rasakan
akbar,
at the end Oct of 2nd 2008
Sosok
Apa yang kamu tahu tentang arti seperti itu?
Apa bedanya dengan arti lainnya?
Apa yang kamu harapkan?
Apakah kamu telah dijanjikannya?
Apa yang kamu dapatkan darinya?
Apakah kamu ingin menjadi arti itu?
Karena pengabdiannya+kah?
Karena pengorbanannya+kah?
Karena keihlasannya+kah?
Karena yang kutahu adalah semua sama
Aku, kamu, dia, mereka
Ingatlah satu hal
Saat kamu mengartikan arti itu
Saat kamu mendapatkan arti itu
Aku yakin apa yang kamu artikan adalah tentang dirimu sendiri
Bukan orang lain
Dan apa yang kamu harapkan sebetulnya telah disediakan untukmu
Oleh dirimu dan
Oleh lingkunganmu
Akbar H
Betapa
tulisan ini langsung saya buat karena mumpung masih hangat di otak (meskipun sebenarnya sudah dingin karena angin malam dan helm half face yang saya gunakan dalam perjalanan pulang tadi) saya setelah ngobrol ngalor-ngidul bersama kawan saya yang tidak perlu-lah saya tulis namanya disini (aib.. hehe)
ORANG SURABAYA
ini yang tadi saya bicarakan bahwa menurut pengalaman saya yang hanya 16 dari 21 tahun saya hidup di dunia Surabaya karena asumsi 5 tahun diawal saya hidup saya tidak ingat apa-apa dan jka maju sedikit saat saya menginjak bangku SMP yang oleh guru saya yang pula asli Surabaya memberikan doktrin kepada muridnya dikelas tentang kelebihan arek Suroboyo
beliau mengatakan “sa’ elek-eleke arek Suroboyo lek salah mesti tanggung jawab” mendengar perkataan itu secara langsung dan langsung dan langsung hati saya tertusuk oleh panah semangat arek Suroboyo (bukan panah asmara lho..) bahwa kalau flashback lagi ke masa saya mulai mengingat dunia Surabaya (umur 6 tahun) kira-kira apa yang saya alami ga beda jauh ama yang disampaikan oleh guru saya tadi bahwa “wes tala arek Suroboyo iku sipp!!! ga neko-neko!! jelas lan nggenah!!! lek iyo yo iyo lek ga yo ga!!” yang pada ujung-ujungnya BERKARAKTER entah itu berkarakter baik ato buruk yang penting mereka punya idealisme sendiri-sendiri dan tidak mudah ato bahkan tidak sama sekali terpengaruh oleh sesuatu yang bukan ke-idealan bagi mereka (ambil contoh karakter kurang baik yang melekat pada daerah lain Surabaya).
pertanyaannya:
apakah dengan mengaca arek Surabaya beberapa tahun yang lalu (jaman ketika SMP) kini arek Surabaya telah mengalami perubahan yang bisa baik atau buruk?
dan mengapa kok saya rindu dengan karakter-karakter kuat seperti dulu? bukan seperti sekarang yang cenderung seenaknya sendiri dan rela mengubah karakter mereka demi sebuah harapan yang semu?
ataukah yang saya opinikan disini sama sekali tidak benar (berdasarkan pandangan sempit saya?)
GO INDONESIA!!!!!!!
sebuah semangat dan harapan akan tim THOMAS dan UBER Indonesia untuk kembali mewujudkan ambisinya “mengawinkan” piala Thomas dan piala Uber yang terakhir kali terjadi di tahun 1996 (klo ga salah, klo salah maaf)
Saya orang Indonesia tulen maka saya merasa sangat berharap akan ambisi tersebut.. tapi kenapa seakan-akan hanya saya dan beberapa gelintir orang saja yang mendukung? apakah karena sudah tidak percaya dengan tim-tim yang diterjunkan? ato karena tidak suka dengan permainan bulu tangkis? apalah alasannya yang penting kini marilah kita bersama-sama berdoa agar Tim Indonesia benar-benar dapat mengawinkan kedua piala Thomas dan Uber tersebut..
jadwal trakhir yang saya ikuti andalan tim Thomas Sonny D.k dan Taufik H. malah kalah sedangkan unggulan muda malah yang menang tapi yang penting masih menang melawan Thailand (skor 3-2).
sedangkan untuk tim Uber sukses dengan hasil 4-1 melawan Jepang..
besok (senin, 12 Mei 2008) Tim Indonesia akan melawan Jerman (Thomas) dan Belanda (Uber)
BAHAN BAKAR merk “DIESEL V10″
pagi tadi saya baca koran menerangkan bahwa kini PERTAMINA telah produksi bahan bakar tipe baru bernama DIESEL V10 tujuannya khusus buat bahan bakar BOILER, meskipun secara kualitas memang rendah jika dibandingkan dengan solar yang dijual dipasaran namun lebih baik jika dibandingkan dengan minyak bakar, sedangkan sisi lain yang dapat dilihat sebagai alternatif adalah harga jual Diesel v10 ini Rp 8.800 jauh lebih murah jika dibandingkan dengan solar yang menyentuh angka Rp 10.200 (khusus industri).
Menurut Deputi Direktur Pemasaran PERTAMINA, Hanung Budya, bahan bakar tersebut diketahui cocok untuk mesin boiler dan mesin diesel putaran rendah maupun sedang, sesudah dilakukan uji penggunaan sejak setahun lalu. Selain itu, pihak Pertamina telah dilakaukan pula survei pasar.
Lewat usaha ini saya pribadi sangat kagum dengan usaha PERTAMINA dalam memunculkan inovasi-inovasinya dan saya sendiri sangat berharap bahwa PERTAMINA sebagai tuan rumah produksi minyak di Indonesia dapat menunjukkan taringnya, jangan sampai lalu ada pemikiran bahwa PERTAMINA kalah dengan perusahaan asing lainnya yang ada di Indonesia.
yang kemudian muncul sebagai pertanyaan gimana tanggapan industri terhadap inovasi PERTAMINA ini ya?
nikmatnya macet
jumat malam pukul 17.15 saya ingin putar balik ke kampus saya ITS, padahal saat itu saya berencana pulang kerumah namun tidak jadi karena toh saya pikir nanti malamnya saya harus baik lagi ke kampus pukul 22.00.
Saat itu saya sudah berada di perempatan yang kalo’ belok kanan dari arah ITS itu kearah semolowaru, kalo’ lurus berarti ke MERR, lha saya belok ke kiri namun ternyata..
JALAN DITUTUP OLEH ROMBONG PEDAGANG BAZAR
sebenarnya saya sadar kalo’ didalem pasti macet tapi saya pikir klo’ saya terabas seperti banyak kendaraan macetnya tidak lama-lama amat DAN SEKALIGUS SAYA INGIN MENIKMATI KEMACETAN TERSEBUT (aneh ngga?) akhirnya masuklah saya ke ara bazar tersebut..
5 meter pertama
motor saya sudah berhenti namun dibelakang saya masih kosong
5 meter pertama menit ke 3
motor dibelakang saya mulai merapat ke saya
6 meter, menit ke 4
saya melihat 1 taxi dan sebuah mobil station sekitar jarak 20 meter di depan, sementara motor-motor dibelakang saya menyalip dari arah kanan saya sekalian saya mendengar suara azan Magrib.
6 meter, menit ke 5
motor saya matikan.
6,5 meter, menit ke 6
motor saya tuntun maju
ga tau meter keberapa, menit ke 7 sampe menit-menit terakhir (sekitar menit ke 40)
suara-suara sumbang mulai bersahut-sahutan
si ibu pengendara motor A: “mbak-mbak jarno ae sampean nang kono.. wong iku salahe supire kok, lha wong dalan ditutup kok diterabas ae”
si bapak pengendara motor B: “muacet ngene wes tutup ae.. percuma ga ono sing tuku”
si pedagang C: “lha ta’ pikir iki mau bazare nang ngarepe ITATS, tibakno yo nang kene..”
si pedagang D: “mbak-mbak ojo lewat kene mbak digawe mlakune mobil iku lho (sambil menunjuk kearah mobil didepan”
orang lewat E: “duuhhh panitiane koplo!!! mobil lewat dijarno ae..”
si istri pedagang F: “niki mas nginum es teh disek..”
si suami G: “srruuupppppp.. lha ngene macete yo suoro.. durung mbeber dodolane..”
si ibu pengendara motor A: “bu.. sampean daleme pundhi?”
si ibu pengendara mobil H: “didepan situ rumah saya..”
si ibu pengendara motor A: “wuahh sampean ten mriki mawon.. muacet bu sampe ngejeng.. lha omahe sampean lak nang tengah..”
si orang lewat I: “lha nang pojokan kono ditutup tapi ga dijogo”
si ibu pengendara motor A: “lha iyo mesti ditrabas, lha wong dijogo polisi ae sik ditrabas opo maneh ga dijogo”
si boncenger motor J: “iki lho es teh”
si anak pengendara motor K: “srrruuuupppp .. macete poll iki”
si pedagang L: “WWWOOOOIIIII MUTER AEEE!!!!!! (sambil mengarahkan mobil yang berusaha menerobos)
si pedagang M: “UUUWWWWOOOOOOOIIII!!!
si pedagang N: “WWWWOOIII!!
si pedagang O,P,Q: “WWOIII WOOIIII WOII WOOOOO!!!
si mbak pedagang R: “hehe”
si orang lewat S: “wes bu sampean parkir kene ae tinggalen mobie ngko jam 1 jupu’en..”
si ibu pengendara mobil H: “iya uda aq ta kluar lewat pintu kiri, sambil menyerahkan kunci mobilnya ke seseorang yang mungkin suaminya atau pembantunya”
menit ke 40an pada jarang sekitar 200 meter!!!
LEGGGAAAAAAAAAA….
tapi sempet saya eman untuk tidak memberi tahu sebuah mobil yang ternyata disupiri oleh seorang cewek lumayan manis wajahnya.. tadi dia tidak saya kasih tau kondisi didalam karena takut kalo’ saya dikira mencampuri orang yang memang warga situ.. duhhh eman..
Miss Indonesia
Fiuhh seksi abis..
satu hari (bukan suatu hari, karena saya baca hanya hari itu saja) tanggal sekian sekitar akhir bulan Maret 2008 saya baca koran, hebat karena saya jarang baca koran dirumah lebih sering baca di kampus (baca koran Kompas, biar keren, he.. he..) tapi yang saya baca ini bukan koran Kompas melainkan koran berinisial “S”, disitu ada gambar para calon peserta Miss Indonesia.
Hebat.
Para “pemudi” yang dengan bangga menampakkan pupu yang bukan sepupu atau paha yang biasanya klo anak-anak adek-adek kecil minta ayam “paha pak!!” ya itu paha itu memang, bisa juga dibilang pupu.. MULUS bikin kepikiran, HAHAHA abisnya gimana dulu semasa “nom-nomane arek” saya dididik untuk tidak membicarakan semua yang dianggap tabu termasuk liat PUPU-nya orang apalagi berfantasi, he.. he.. coba aja bayangin seorang “pemudi” yang saya bilang tadi bermodalkan yang katanya -brapa-B brain beauty satunya apa ya?
Ahh lupakan, yang penting saya yakin modal nomer satu mereke adalah BEAUTY lainnya ya setelahnya, entah itu akidah ataupun budaya, akidah saya juga ga paham-paham amat, budaya masih nyrempet paham, artinya meskipun saya tahu sedikit tapi saya tahu dan mengerti klo Indonesia dulu tidak seperti itu dan jangan INDONESIA dibawa kearah aneh-aneh.. mau kontes KEMAMPUAN/ KECERDASAN OTAK/ WAWASAN kok jadi kontes PAMERAN, gini saya jadi berpikir BUDAYA BARAT yang BRENGSEK atau kita orang INDONESIA yang MBEGAYA!!!
c** kenapa semakin lama menulis ini semakin pikiran saya terkonsentrasi sama emosi saya.
maaf

