Huditaakbar
cerita hidup yang ga hidup tapi bercerita tentang hidupArchive for May 14, 2008
Betapa
tulisan ini langsung saya buat karena mumpung masih hangat di otak (meskipun sebenarnya sudah dingin karena angin malam dan helm half face yang saya gunakan dalam perjalanan pulang tadi) saya setelah ngobrol ngalor-ngidul bersama kawan saya yang tidak perlu-lah saya tulis namanya disini (aib.. hehe)
ORANG SURABAYA
ini yang tadi saya bicarakan bahwa menurut pengalaman saya yang hanya 16 dari 21 tahun saya hidup di dunia Surabaya karena asumsi 5 tahun diawal saya hidup saya tidak ingat apa-apa dan jka maju sedikit saat saya menginjak bangku SMP yang oleh guru saya yang pula asli Surabaya memberikan doktrin kepada muridnya dikelas tentang kelebihan arek Suroboyo
beliau mengatakan “sa’ elek-eleke arek Suroboyo lek salah mesti tanggung jawab” mendengar perkataan itu secara langsung dan langsung dan langsung hati saya tertusuk oleh panah semangat arek Suroboyo (bukan panah asmara lho..) bahwa kalau flashback lagi ke masa saya mulai mengingat dunia Surabaya (umur 6 tahun) kira-kira apa yang saya alami ga beda jauh ama yang disampaikan oleh guru saya tadi bahwa “wes tala arek Suroboyo iku sipp!!! ga neko-neko!! jelas lan nggenah!!! lek iyo yo iyo lek ga yo ga!!” yang pada ujung-ujungnya BERKARAKTER entah itu berkarakter baik ato buruk yang penting mereka punya idealisme sendiri-sendiri dan tidak mudah ato bahkan tidak sama sekali terpengaruh oleh sesuatu yang bukan ke-idealan bagi mereka (ambil contoh karakter kurang baik yang melekat pada daerah lain Surabaya).
pertanyaannya:
apakah dengan mengaca arek Surabaya beberapa tahun yang lalu (jaman ketika SMP) kini arek Surabaya telah mengalami perubahan yang bisa baik atau buruk?
dan mengapa kok saya rindu dengan karakter-karakter kuat seperti dulu? bukan seperti sekarang yang cenderung seenaknya sendiri dan rela mengubah karakter mereka demi sebuah harapan yang semu?
ataukah yang saya opinikan disini sama sekali tidak benar (berdasarkan pandangan sempit saya?)
